DOMPET SOSIAL MADANI

Panen Nila Kampung Zakat Melaya, Ikhtiar Mendorong Kemandirian Ekonomi Mustahik

Program Kampung Zakat di Desa Melaya, Kabupaten Jembrana, terus menunjukkan perkembangan positif melalui kegiatan budidaya ikan nila yang dikelola bersama penerima manfaat. Program ini menjadi salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal yang dikembangkan melalui kolaborasi antara Kementerian Agama RI melalui KUA Kecamatan Melaya dan Dompet Sosial Madani (DSM) Bali.

Salah satu perkembangan terbaru dari sektor perikanan dalam Program Kampung Zakat adalah pelaksanaan panen bersama ikan nila dari program budidaya semipermanen. Kegiatan ini dihadiri dan digerakkan langsung oleh pengelola program dari DSM Bali, staf KUA Kecamatan Melaya, serta para penerima manfaat dari program Kampung Zakat. Adapun metode panen dilakukan secara bertahap. Mulai dari menyusutkan volume air kolam menggunakan sistem pipa pembuangan. Kemudian, ikan dipanen menggunakan jaring dan dipindahkan ke keranjang sortir guna menjaga kualitas ikan tetap segar dan tidak stres.

Panen nila yang dilakukan secara berkala menjadi salah satu indikator bahwa program pemberdayaan mulai memberikan hasil nyata. Budidaya ini diharapkan tidak hanya menjadi sumber tambahan pendapatan bagi para penerima manfaat, tetapi juga mampu mendukung ketahanan pangan masyarakat yang tinggal di Desa Melaya. Keberhasilan program ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam menjalankan pemberdayaan berbasis komunitas. Melalui Program Kampung Zakat, masyarakat tidak hanya sekadar menerima bantuan, tetapi juga dibekali ilmu dan kesempatan untuk mengembangkan usaha produktif yang dapat dikelola secara mandiri.

Harapannya, budidaya ikan nila ini bisa terus berkembang dengan baik. Mulai dari sisi kapasitas produksi, pengelolaan kelompok, maupun strategi pemasarannya. Dengan adanya pendampingan yang berkelanjutan, Program Kampung Zakat di Desa Melaya diharapkan bisa menjadi salah satu jalan untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dan juga ketahanan pangan mustahik yang lebih kuat.

Ikuti Kami