DOMPET SOSIAL MADANI

Menguatkan Ekonomi Umat melalui Kampung Zakat Sumberklampok

Kemandirian masyarakat tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, langkah itu dimulai dari potensi yang paling dekat dengan kehidupan warga. Salah satunya melalui Program Kampung Zakat yang merupakan salah satu program pemberdayaan yang digagas oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai upaya mengoptimalkan potensi zakat dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat melalui pengembangan kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Melalui pendampingan yang dilakukan oleh Dompet Sosial Madani (DSM) Bali, program ini dikembangkan dengan konsep Integrated Farming (Pertanian Terpadu) yang menghubungkan sektor pertanian dan peternakan dalam satu ekosistem usaha yang saling mendukung. Tidak hanya memberikan pelatihan dan pendampingan secara intensif di sektor pertanian, program ini juga diintegrasikan dengan sektor peternakan melalui pengembangan Ternak Sapi Bali. Pola ini memanfaatkan limbah pertanian sebagai pakan ternak dan, sebaliknya, kotoran ternak diproses menjadi pupuk organik untuk lahan pertanian.

Pada sektor pertanian, para petani binaan mendapatkan pelatihan teknis. Mulai dari pengelolaan lahan, pemilihan benih unggul, hingga teknik pertanian berkelanjutan sistem 3 strata. Sementara dalam sektor peternakan, kelompok peternak binaan mendapatkan modal stimulan berupa bibit sapi Bali, pendampingan kesehatan hewan, serta edukasi manajemen sederhana terkait pakan yang efektif.

Salah satu bukti nyata dari upaya pengembangan dan pemberdayaan yang telah dilakukan yaitu pada momen Idul Adha 2026/1447. Kelompok binaan Kampung Zakat Sumberklampok berhasil mencatatkan prestasi gemilang di pasar hewan kurban, yakni berhasil menjual 10 ekor sapi Bali.

Prestasi tersebut diperoleh bukan tanpa alasan. Kerja keras dari kelompok binaan berhasil menghasilkan sapi Bali yang memenuhi standar syariat dan kesehatan, serta bobot yang kompetitif, sehingga dapat bersaing di pasar. Penjualan tersebut memberikan keuntungan bagi kelompok peternak binaan. Menariknya, hasil yang

diperoleh tidak hanya dinikmati sebagai pendapatan anggota, tetapi sebagian dari keuntungan juga dialokasikan sebagai kas kelompok yang akan digunakan untuk kebutuhan pakan dan perawatan ternak pada periode berikutnya. Tidak hanya itu, keuntungan yang diperoleh juga diberikan sebagai insentif kepada guru ngaji di Desa Sumberklampok.

Adanya Program Kampung Zakat di Desa Sumberklampok menjadi bukti bahwa para penerima manfaat tidak hanya menerima bantuan, tetapi secara bertahap tumbuh menjadi pelaku usaha yang mampu mengelola sumber daya secara produktif. Hal tersebut bisa dilihat dari tren positif yang meningkat secara signifikan.Agar dapat terus berkembang, DSM Bali bersama kelompok binaan akan melanjutkan perkembangan program melalui optimalisasi pupuk organik dari kotoran ternak, regenerasi dan penggemukan sapi baru, serta memperluas jejaring pemasaran untuk menghadapi momentum Idul Adha tahun berikutnya.

Melalui Kampung Zakat Sumberklampok, diharapkan zakat tidak hanya berhenti pada pemenuhan kebutuhan para penerima manfaat, tetapi bisa juga menjadi jalan untuk menuju kemandirian ekonomi yang tumbuh dan berkelanjutan.

Ikuti Kami