DOMPET SOSIAL MADANI

SELF HEALING ALA ISLAM

Bagi anak-anak muda, istilah self healing sering dikaitkan dengan sebuah proses menghindari stress dan tekanan. Penerapannya dapat dilakukan berbagai cara, seperti berbelanja, berwisata, bercengkrama dengan teman, atau mungkin menghabiskan waktu sendirian. Hal ini wajar bagi seorang manusia, karena kompleksitas antara akal, perasaan, jiwa, yang juga bisa merasakan tekanan dan kebosanan.

Sobat, Rasulullah SAW pernah merasa sedih, khawatir, takut, merasa kehilangan, putus asa, karena beliau juga seorang manusia. Bedanya, Rasulullah adalah manusia yang mendapatkan wahyu dari Allah SWT.

Di saat emosinya tidak dalam keadaan yang baik-baik saja, Rasulullah pernah menyendiri (beruzlah) di Gua Hira, melaksanakan shalat, dzikir, ataupun kembali bertafakur akan kebesaran Allah SWT di dunia ini. Kembali kepada Tuhan dan menyadari kebesarannya adalah hal yang dilakukan Rasulullah saat butuh proses untuk kembali bangkit.
Allah SWT berfirman, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS: Ar-Rad: 28).

Tingkat permasalahan dan kesehatan mental tiap orang sangat berbeda-beda. Semuanya tidak bisa dianalisa sendiri. Namun islam memiliki panduan sebagai dasar pemulihan. Kita bisa melakukannya dan mencoba untuk menggali lebih dalam, agar hidup kita bisa lebih mendapatkan petunjuk-Nya.

1. Shalat 

Shalat adalah salah satu upaya untuk menumpahkan seluruh perasaan dan pikiran kita kepada Allah SWT. Jika selama ini sholat kita hanya sebagai penggugur kewajiban, tapi sebenarnya bisa sebagai jalan untuk berkomunikasi dengan Allah SWT. Sebab Allah SWT mendengar seluruh doa dan keluh kesah hamba-Nya.



2. Berdzikir

Berdzikir tidak hanya sekedar mengucapkan kalimat-kalimat thoyyibah. Berdzikir juga berarti kita mengingat bagaimana kasih sayang, cinta, dan kebesaran Allah SWT dalam hidup kita. Berdzikir akan membantu kita juga untuk lebih fokus, tenang, dan damai. 

3. Bertafakur dan Bermuhasabah 

Pergi dan berdiam dirilah di suatu tempat yang sunyi dan sepi. Di tempat tersebut, cobalah untuk merenungi diri. Tidak perlu terlalu terburu-buru untuk mencari jawabannya. Biarkan kita berbicara dengan diri sendiri (self talk). Apa yang sebenarnya kita inginkan, apa yang sebenarnya kita sesalkan, akui segala yang ingin kita ungkapkan, dan beranilah jujur pada diri sendiri.

Jangan lakukan ini jika kita tidak bisa mengontrol diri sendiri. Hubungi ahli atau orang lain yang bisa membantu untuk menyembuhkan luka dan trauma yang ada dalam diri kita. Bertafakur dan bermuhasabah berfungsi agar kita bisa mengevaluasi apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita.

Carilah tempat baru yang ingin kamu kunjungi. Dalam Islam ada istilah rihlah sebagai bentuk kita merefresh diri sekaligus juga mengingat kebesaran Allah yang ada di dalam alam semesta, kultur budaya masyarakat, dan berbagai fenomena lainnya. 

4. Mencari Ilmu Pengetahuan 

Temukan ilmu pengetahuan baru agar kita bisa mendapatkan inspirasi atau pencerahan yang memberikan solusi pada diri kita. Ilmu pengetahuan yang terkait dengan masalah kita tentunya akan sangat bagus dan membantu. Jangan takut untuk menerima sesuatu yang baru karena itu akan membantu kita untuk lepas dari permasalahan hidup yang kita alami.

5. Berbagi dan Memberi 

Tidak ada salahnya juga jika kita menghibur diri dengan cara berbagi dan memberi. Kita tidak pernah tahu, jangan-jangan dengan lebih banyak memberi dan berbagi serta merasakan kebahagiaan orang lain kita juga bisa merasakan kebahagiaan tersebut.

Semoga Bermanfaat

Ikuti Kami