DOMPET SOSIAL MADANI

Transisi Pola Hidup ala Gen Z Di Bulan Ramadhan

Perubahan pola hidup mengalami transisi di bulan Ramadhan. Terutama bagi Gen Z, Ramadhan jadi ajang menyelaraskan diri, alias work life balance. Sibuk dan maruk kehidupan, berubah setelan, jadi lebih santai. Duduk tenang sembari mendengarkan kajian kajian Islam, dengan tema kekinian.

Uniknya, ritual ‘ngaji’ pun bertransformasi. Kami lebih nyaman menyebutnya discuss atau podcast ketimbang kajian kaku satu arah. Di sini, identitas Muslim dirayakan bukan dengan menelan dogma mentah-mentah, melainkan dengan membedah esensi agama lewat kacamata logika dan fakta. Melepaskan stigma kaku, dan menemukan kembali Tuhan melalui obrolan yang memanusiakan pikiran.

Dalam beberapa dekade terakhir, fenomena war takjil menumbuhkan kepedulian antar sesama yang haus disalurkan di bulan ramadhan. Perasaan toleransi antar agama diulas dengan konten viral sangat cukup membuka wawasan bagi para pemuda, bahwa persaudaraan tidak hanya terbatas oleh saudara sedarah dan seiman.

Ramadhan kini menjadi ajang untuk melepas rasa penasaran. Menunggu berbuka terasa jauh lebih efisien saat telinga terpasang pada podcast yang berani membahas topik “liar”—hal-hal yang dulu dianggap kurang sopan, kini justru menjadi pintu masuk untuk percaya kembali.

Ditambah juga, dengan nilai empati yang kini berubah menjadi konten “Memanusiakan Manusia”. Maraknya dukungan kemanusiaan ataupun edukasi sosial berbasis video berdurasi pendek—mulai dari isu pelecehan anak di bawah umur hingga menyoroti genosida Palestina—menjadi wadah gerakan kolektif untuk menyebarkan donasi online lewat berbagai platform sosial media.

Nilai seperti ini menjadi bukti bahwa Islam terlahir sempurna dan kaffah—selaras dengan nilai intelektual yang semakin maju, di mana kesalehan tidak lagi hanya diukur dari panjangnya doa, tapi dari seberapa nyata keberpihakan kita pada kebenaran. Sehingga seruan ‘Islam Rahmatan lil ‘Alamin’ tidak berhenti dengan narasi lisan, namun bertransformasi menjadi solusi bagi krisis kemanusiaan melalui kecerdasan akal dan ketulusan nurani (Njl).

Ikuti Kami