SIANG itu, Jumat, 19 Juni 2026, aroma daging panggang gurih menguar di Grha Madani Bali, memicu selera siapa saja yang melintas. Di salah satu sudut ruangan, tawa riuh anak-anak pecah ketika belasan pasang tangan mungil mulai sibuk mengoleskan saus dan menyusun lembaran keju di atas roti bun.

Hari itu, Dompet Sosial Madani (DSM) bersama Home Schooling (HS) Bumi Baca Ceria menggelar hajatan akhir semester spesial. Menggandeng jenama kuliner populer Burger Bangor dan lembaga promotor genetik Stiffin, mereka menyulap ruang belajar menjadi arena bagi para juru masak cilik bertajuk “Little Chef Up”.
Keriuhan sudah tampak sejak pagi. Acara dibuka dengan hentakan musik yang disambut penampilan jenaka para siswa taman bermain HS Bumi Baca Ceria. Mengenakan kostum ala chef, mereka membawakan tarian Dudidam. Tepukkan tangan dan lutut, memantik gemas dan tepuk tangan riuh peserta dan orangtua.
Namun, menu utama hari itu bukan sekadar tari-tarian. Daya tarik sesungguhnya dimulai saat tim dari Burger Bangor mengambil alih panggung untuk memandu kelas memasak (cooking class).

Bagi anak-anak usia dini, dapur mini ini bukan sekadar tempat bermain, melainkan ruang stimulasi yang kaya. Menyusun sepotong burger ternyata membutuhkan ketelitian motorik halus—mulai dari menjepit lembaran selada, meletakkan patty (daging) tepat di tengah, hingga menakar lumatan saus. Lebih dari itu, aktivitas ini melatih kemandirian dan mengenalkan mereka pada asal-usul bahan pangan yang saban hari mereka konsumsi.
Suasana kian hidup saat tim pemandu menyelipkan berbagai permainan interaktif di sela-sela meracik makanan. Gelak tawa anak-anak tak pelak membuat atmosfer siang itu terasa begitu hangat. Saat matahari mulai bergeser ke barat, acara pun ditutup dengan sesi foto bersama. Anak-anak pulang dengan perut kenyang dan membawa pulang pengalaman menjadi chef sehari. (Tim DSM)

