Namanya Pak Masnan. 26 tahun sudah Pak Masnan tawarkan jasa pijat. Pak Masnan tinggal di daerah Bali Barat bersama istri nya. Mereka adalah penyandang disabilitas Netra.
Pekerjaan nya adalah jasa tukang pijat. Namun di masa pandemi ini, tak ada seorangpun yang memakai jasanya. Sehingga akhirnya ia memutuskan untuk berkeliling menawarkan pijat, dari satu gang ke gang lainnya. Semua hanya untuk keluarga. Tak banyak penghasilan yang diterima, dapat dikatakan sebulan Rp 300 ribu, itu pun kalau tidak ada yang menipu.
Disamping itu juga, pak Masnan memiliki pekerjaan sampingan yaitu sebagai pemusik di pesta-pesta pernikahan bersama sang istri. Dengan lihai Pak Masnan memetik senar-senar gitar untuk melantunkan sebuah lagu dan istrinya dengan senang hati menyumbangkan suara merdunya. Tapi lagi-lagi orderan itu berkurang, akibat adanya pembatasan.
Meski kecewa, seulas senyum masih tersisa di wajahnya. Tak pernah berkurang bahkan Pak Masnan tetap terus berjuang mencari nafkah. Ia juga tak lupa beribadah. Sebab Pak Masnan yakin semua rezeki itu datangnya dari Allah.
Sobat, sungguh memang benar rezeki itu datang Allah. Terbukti dari kepedulianmu, kini Pak Masnan jadi lebih berdaya. Sebab hasil kebaikanmu kami belikan Pak Masnan alat musik untuk mendukung pekerjaan nya. Disamping itu juga, kami cukupkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya bersama keluarga.

Terima kasih sobat, kepedulian ini sangat bermanfaat. Senyuman tulus dan rasa haru nya, menghadirkan sejuta kebahagiaan.